Cari Blog Ini

Sabtu, 22 Januari 2011

Ingatkan dirimu dengan 17 Hal...


1. Jika sudah terjadi masalah, tidak harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.

2. Menghadapi semua hal, tidak boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tidak mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.

3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yang sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah.  Kita tidak perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tidak senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jangan melakukan kejahatan. Dan jangan berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan adalah paling nomor satu (berharga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.

9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sudah tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek

oleh orang yang mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan

budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tidak berguna

dengan siapapun juga.

16. Kunci sukses dalam hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tidak boleh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi

fisik. Semua orang itu SAMA!!!
"Semoga bermanfaat"

Sabtu, 15 Januari 2011

Raih potensimu

Keinginan ideal setiap orang adalah dilahirkan di dalam keluarga yang kaya raya, hidup serba kecukupan, tidak pernah mendapatkan kesulitan, apa yang diinginkan selalu tercapai, dan setelah meninggal dunia masuk surga, itulah keinginan ideal yang diinginkan oleh setiap manusia. Tetapi kita harus ingat bahwa dibalik semua kejadian yang kita alami dalam kehidupan ini ada kekuatan yang Maha Kuasa. Terus apakah kita tidak bisa untuk meraih sesuatu yang kita cita-citakan...? tentu tidak, karena Yang Maha Kuasa telah menyediakan semuanya di alam semesta ini dan kita pun telah dilengkapinya dengan akal dan fikiran agar kita dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar. 

Tetapi terkadang dalam mencapai sesuatu yang kita cita-citakan, kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri, oleh karena itu mari kita keluar dari pola pikir yang sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada bebarapa hal yang harus kita lakukan agar kita dapat mencapai potensi hidup yang maksimal :

Pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.

Kedua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri
Ketiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

 
Keempat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.
Kelima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.

Keenam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.
Ketujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !

"Semoga bermanfa'at"

Jumat, 07 Januari 2011

Melangkah memulai sesuatu yang baru

Ketika kita ingin melangkah pada sesuatu yang baru, misalnya tahun baru, kehidupan baru, rencana baru dan sebagainya. Sebenarnya tidak ada yang baru, semuanya tetap sama, baru karena kita mereset kembali start awal perhitungan hari, jurney yang akan kita jalani, atau rencana yang akan di jalani.

Ketika henhak memulai sesuatu yang baru biasanya orang-orang sukses dunia  melakukan evaluasi hasil kinerja yang telah berjalan dari rencana-rencana yang sudah ditetapkan dan menyusun rencana-rencana baru untuk melanjutkan langkah ke depan.dari itu, jangan sampai rencana yang dibuat hanya merupakan rencana saja atau dengan kata lain hanya sebatas wacana tanpa real action. So start from now we do action…action and action.

Jangan lupa juga berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat dan anugerahnya pada perjalannan kita sebelumnya, dan juga atas rezeki-rezeki yang telah diberikan. Semoga pada langkah kita berikutnya kita tetap senantiasa, diberikan rezeki dan kekuatan untuk semakin tangguh meraih puncak yang lebih tinggi.
Selamat meraih puncak yang lebih tinggi pada langkah-langkah kita berikutnya.
“Semoga Bermanfaat”

Kamis, 06 Januari 2011

Berkaca dari suatu peristiwa bangun motivasimu


Masih hangat di benak kita, walaupun TIMNAS Malaysia unggul agregat pada leg ke-2 final Piala AFF 2010 atas TIMNAS Indonesia, bukan berarti upaya keras timnas  Indonesia tersebut dapat dipandang sebelah mata. Lebih dari itu, kerja keras tim asuhan Pelatih Alfred Riedl harus dijadikan contoh dalam membangun bangsa.

"Sebagai masyarakat Indonesia kita perlu menjadikan kerja keras Timnas sebagai motivasi bangsa untuk membenahi Indonesia”.

Sebagai orang yang mengaku pecinta dunia sepakbola, sudah sepatutnya jika kerja keras Timnas diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat, meski harapan untuk merebut juara kandas di kandang sendiri.

"Apa yang telah diperbuat oleh Timnas selama beberapa pekan ini bisa menjadi modal agar di masa mendatang para pemain dan pelatih bisa keluar sebagai juara”.

Acungan jempol juga patut kita berikan kepada suporter Indonesia yang menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Karena telah erhasil mununjukkan sikap sportifitas sebagai suporter yang mendukung tim kebanggaannya dalam menjalankan pertandingan.

Hal itu terbukti dengan tidak adanya tindakan tidak terpuji dari suporter. Padahal, sebelumnya suporter sempat geram dengan aksi laser suporter Malaysia pada partai leg I di Stadion Bukit Jalil, Malaysia.

"Ternyata para pendukung Indonesia bisa lebih sportif daripada pendukung Malaysia,"

Berkaca dari kejadian-kejadian ini, ternyata TIMNAS dan masyarakat kita dapat berbicara di dunia international.
Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum meningkatkan motivasi bahwa bangsa kita dapat berbicara banyak di ajang international. Karena tidak ada yang mustahil jika kita mempunyai kesungguhan dan keseriusan untuk mencapainya.

“Semoga Bermanfaat”

Rabu, 05 Januari 2011

Menjaga keutuhan team...

Kadang banyak orang yang mengkleam bahwa dirinyalah yang paling berperan dalam kesuksesan suatu team dalam memcapai suatu tujuan. Sebenarnya orang-orang yang berfikiran seperti ini adalah orang-orang yang tidak bisa menghargai orang lain dan lupa akan peranan orang lain. Sadar atau tidak sesungguhnya kesuksesan suatu team adalah buah kerjasama yang baik antara semua anggota team. Sadar atau tidak bahwa semua anggota tim ikut berperan membuat teamnya sukses mencapai tujuan atau gagal dalam mencapai tujuan. Ibarat suatu product yang di pesan oleh suatu costumer, barang tersebut tidak akan pernah bisa sampai ke tangan pemesannya sesuai dengan waktu yang diinginkan jika tidak ada keseriusan dari semua anggota team untuk menyelesaikanya tepat waktu dan dengan qualitas yang baik.
Ibarat tubuh manusia, jika salah satu dari anggota tubuh-nya melakukan kesalahaan maka seluruh tubuhnya akan merasakan imbasnya, sebaliknya jika semua anggota tubuh bersinergi secara bersama maka suatu tugas yang berat akan dapat diselesaikan dengan baik.
Jika kita ingin menjaga keutuhan suatu tim, belajarlah untuk saling menghargai dan jangan pernah melupakan peranan semua anggota team walaupun peran yang terlihat hanya sedikit, dengan demikian suatu team akan dapat menjadi lebih solid sehingga semua tujuan dapt dicapai dengan baik.
Buanglah kebiasaan saling menyalahkan, dan mulailah sibuk untuk mencari kekurangan masing-masing dan berusahalah untuk dapat menempatkan diri dalam suatu team, jangan menunggu team yang harus menyesuaikan diri dengan kita.

"Semoga bermanfaat"

Rabu, 29 Desember 2010

Mangapa begitu berat menerima kekalahan ?

Sejak ajang piala AFF 2010 di gelar, suasana persepak bolaan kita memang beda. Hampir seluruh masyarakat Indonesia baik anak-anak maupun orang dewasa ramai memperbincangkan sepak terjang TIMNAS Indonesia, sebuah harapan baru TIMNAS dapat menjadi Juara di ajang ini. Tampil sempurna di babak penyisihan dengan rekor tampa terkalahkan dan berhasil menekuk mengatasi Philifina di babak semi final.
Melihat prestasi yang menanjak tajam dari TIMNAS, membuat TIMNAS menjadi di eluh-eluhkan seolah-olah menjadi Juara baru sudah dalam genggaman, dan mungkin secara tidak sadar kita telah menggap lawan final kita underdog, karena kita telah berhasil memukul lawan kita di Final pada babak penyisihan dengan skor telak 5-1.
Ketika Final leg pertama dimulai lawan yang tadinya sudah pernah dikalahkan tiba-tiba berbalik dapat memberikan perlawanan, alhasil kita dibuat tidak berkutik dengan skor telak 3-0. Memang berat untuk menerima pukulan kekalahan ini karena dalam catatan rekornya kita tidak pernah kalah, ditambah lagi ulah pemain ke-12 dari lawan yang melakukan propokasi terhadap mental dan konsentrasi pemain kita kala itu.
Setumpuk beban yang harus dibawa TIM untuk menjadi juara, walaupun leg ke dua berlangsung di kandang sendiri, dengan dukungan penuh dari sporter yang fanatis, TIM berusaha untuk bangkit, tapi itu tidak mudah. Dengan susah payah TIM berusaha keras untuk mengejar ketinggalan, walaupun hasilnya kita berhasil menang dengan skor 2-1, tapi hasil ini tidak dapat membuat kita menjadi Juara di ajang ini, seperti yanf telah digembar-gemborkan sebelumnya oleh banyak kalangan.
Kekecewaan pasti ada dan rasanya sangat sulit untuk menerima keadaan ini, kejadian serupa mungkin akan dialami oleh siapa saja, lantas bagaimana kita menyikapinya sehingga kita dapat menerima kekalahan dengan lapang dada.

Menurut survei, self-esteem (punya perasaan baik terhadap diri berdasarkan alasan positif yang nyata) dan self-efficacy (pengetahuan tentang kemampuan yang memunculkan keyakinan kuat / pede) ternyata punya dukungan yang sangat besar atas kekuatan jiwa setelah mengalami berbagai pukulan buruk, seperti kekalahan..
Pengalaman / jam terbang pun ikut memberikan perbedaan efek psikis. Secara umum, seseorang yang telah terbiasa mengatasi perasaannya ketika menghadapi sutu kegagalan akan sangat berbeda dengan seseorang yang belum terbiasa melakukannya. 
Terlepas apapun latar belakang kekalahan itu, baiknya kita harus bisa memainkan dua peranan. Pertama, kita harus memainkan peranan seorang jagoan (warrior). Jagoan tak menerima kekalahan dengan hati yang hancur (pecundang), bahkan tak melihat kekalahan sebagai kehancuran dirinya. Kedua, memainkan peranan sebagai penyembuh luka hati (self-healer).  
Ada hal lain yang penting kita lakukan saat menikmati kekalahan. Itu adalah memonitoring stress. Stress seperti apa yang perlu diawasi? Kalau mengikuti teorinya, stress itu bisa kita bedakan menjadi tiga.  
Pertama, stress karena tekanan dari luar (external stimulant).
Kedua, stress karena respon kita dalam melihat kekalahan itu yang terlalu subyektif, terlalu personal, atau terlalu negatif. Semakin mampu kita menafsirkan kekalahan yan kita alami sebagai hal yang normal-normal aja, maka semakin ringan stress-nya. Tapi jika sampai terbawa mimpi karena terlalu diambil hati, mungkin stressnya akan tinggi.
Ketiga, stress karena beban fisik yang berlebihan saat ingin mencapai suatu tujuan. Beban fisik yang berlebihan dapat menimbulkan stress bahkan bisa kesurupan (kehilangan kontrol-diri). 
Nah, memonitoring stress ini penting terutama saat kita habis menerima pukulan mendadak dalam berbagai hal supaya kita tahu mekanisme yang tepat untuk mengatasinya. Stress karena respon subyektif tak terlalu butuh orang lain untuk ikut menangani. Kita bisa membaca buku atau bertukar pikiran dengan kawan. 
Yang paling penting, tujuan memonitor stress ini adalah jangan sampai stress kita berlanjut menjadi depresi. 
Perlu kita ingat juga bahwa tidak berarti kalau kita stress itu langsung otomatis kita menjadi jelek. Begitu juga kalau kita tidak stress tidak berarti masa depan kita akan lebih baik.
Yang menentukan diri kita di hari esok bukan stress yang kita alami hari ini, tetapi apa yang akan kita lakukan terhadap stress itu. 

“Semoga Bermanfaat”

Jujur terhadap diri sendiri….

Kata ini terdengar simple, tapi terkadang sulit untuk sebagian orang. Bayangkan apa yang akan terjadi pada diri kita ketika kita tidak mau jujur terhadap diri kita.
Banyak orang yang jika ditanya “Menurutmu apa sih kelebihan dan Kekuranganmu?” mereka menjawab klo masalah kelebihan dan kekurangan kita, hanya orang lain yang dapat melihatnya.

Lantas mengapa harus orang lain yang lebih tahu akan kekurangan dan kelebihan kita, padahal seharusnya yang lebih kenal secara detail tentang kita adalah kita sendiri. Jika kita berasumsi yang tahu lebih detail tentang kita adalah orang lain, Jangan-jangan kita termasuk salah satu kelompok orang-orang yang tidak mau peduli dan tidak mau jujur terhadap dirinya.

Orang yang tidak pernah peduli pada dirinya, cendurung apatis, lambat berkembang, tidak mau bersosialisasi dan cendrung tertutup, karena jangankan mau peduli dengan orang lain dengan diri sendiri saja dia tidak mau peduli.

Setuju atau tidak itulah kenyataannya, Jadi sangatlah penting buat kita untuk jujur dan peduli terhadap diri kita, karena dengan itu kita dapat mengevaluasi semua kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita.

Kita akan merasa lebih mudah melangkah untuk menuju sesuatu yang kita inginkan jika kita telah paham dan kenal betul terhadap diri kita.

“Semoga Bermanfaat”